Minggu, Juni 01, 2014

Jogjakarta Night At The Museum : Menelusuri Kode di Pinggir Sungai Code

Malam minggu kemarin saya dan temen temen ikut salah satu even "Jogjakarta Night at The Museum". Kali ini even dilaksanakan di Museum Sandi. Sebelumnya even serupa telah berhasil diselenggarakan di Museum Benteng Vredeburg. Nah, untuk malam ini kita bakal belajar banyak tentang sandi atau kode
Kita dibagi dalam dua kelompok. Saya dan temen temen masuk d kelompok pertama untuk tour de museunmnya. Jadi kita diajak masuk ke dalam musem sandi.

Oh iya, sebelumnya sudah pada tau belum nih letak dari museum sandi?. Yang belum tau tak kasih tau nih. Museum Sandi terletak di Jalan Faridan. Lokasinya di sebelah utara Raminten atau d sebelah barat SMA Stella Duce atau kalau temen temen tau McD Sudirman, tinggal ke Selatan aja. Nah lokasi ada pas di pertigaan. Sebelah baratnya ada sungai code dan penjual Ban yang berderet dari selatan sampai utara.
Acara dimulai jam setengah delapan. Kita pun mulai memasuki Museum. Ini nih bangunan museum Sandi:


Museum Sandi ini merupakan bangunan warisan kolonial belanda. Keliatan sekali dari arsitekturnya dengan tinggi bangunannya, balcony, dan bentuk cendela yang khas.

Memasuki ruang pertama kita akan disambut dengan lobby dengan tangga ke arah balcon disisi kiri. Setelah pengenalan asal muasal bangunan yang dulunya adalah milik pengusaha belanda yg menguasai pabrik tebu, kita masuk dulu diruangan di sisi kanan.

Ruang ini menyediakan layar LCD besar. Disini kita dapat menyaksikan sejarah sandi dunia. Dimulai dari sandi sandi yang ditemukan di makan firaun, sandi pada jaman yunani hingga sandi yang saat ini berkembang pesat seiring dengan adanya teknologi informasi.

Usai menyaksikan sepenggal cerita menarik dari video yang di putar kita memasuki ruang berikutnya. Di ruangan ini kita akan menemukan dua orang tokoh sandi. Saya lupa namanya. Yang jelas salah satunya adalah seorang dokter. Disini diceritakan terbentuknya dinas sandi yang ada pada masa penjajahan belanda dahulu kala.

Memasuki ruang berikutnya kita akan dibawa ke masa lalu tentang perjuangan rakyat indonesia saat itu. Dalam masa perjuangan banyak berbagai bentuk pesan dikirim dalam bentuk sandi. Dinas Sandi dengan meja aslinya dan sepeda onthel sebagai sepeda kurir pesan di pajang di ruangan ini.

Memasuki ruangan berikutnya kita akan kembali dibawa ke masa lalu dengan adanya miniatur rumah tenpat para pemecah dab pembuat sandi bekerja.


Setelah itu kita akan dibawa menuju perkembangan sandi. Mesin mesin sandi mulai dibuat dari berbagai tahun. Indonesia pun juga memiliki beberapa mesin code yang diciptakan sendiri.




Setelah usai melihat mesin mesin sandi. Kita juga diterangkan tentang adanya sekolah sandi di Indonesia. Ternyata indonesia memiliki sekolah sandi. Mahasiswa lulusan sekolah sandi merupakan mahasiswa sekolah dinas sehingga seusai mereka menempuh pendidikan, mereka akan langsung bekerja di instansi pemerintah.

Setelah seluruh koleksi dan ruangan kita lihat di lantai pertama, selanjutnya kita naik ke lantai dua. Dilantai dua terdapat balcony yang dapat digunakan untuk melihat suasana sepinggiran sungai code.



Di lantai dua juga terdapat ruang yang menggambarkan perkembangan sandi di dunia. Salah satunya adalah perkembangan dari masa yunani saat itu, dimana salah satu metode sandi yang digunakan adalah subtitusi dan transposisi

Metode subtitusi dilakukan dengan mengganti huruf dengan sandi tertentu atau urutan alfabet tertentu sedangkan metode transposisi dilakukan dengan menyusun huruf pada posisi acak sehingga dapat disusun sandi yang bisa dibaca.

Lantai dua juga menyediakan media game interaktif. udah disini gak afdil dobg kalau kita gag selfie. Dan kita pun selfiee duluu..
hehehe



Dengan game interaktif tersebut kita bisa belajar tentang sandi. 

Lantai dua sudah usah kita kunjungi. Selanjutnya kita turun ke bawah untuk mengikuti sesi berikutnya.
Pada sesi berikutnya kita belajar dan bermain tentang sandi atau code. Kita diberikan soal sandi dan kita harus memecahkannya. Peserta dibagi dalam sepuluh kelompok. Disini kerjasama sangat menentukan pemecahan masalah. Nah di sesi ini saya dan kelompok saya menjadi pemenangnya!

Usai game seru seruan, selanjutnya kita bakal mencicipi resep kuliner khas peninggalan belanda. Apakah itu???


ini dia resep warisan belanda.
Spekoek dan Risolles

Makanan ini merupkan warisan resep belanda. Saat ini kita lebih mengenal dengan nama lapis legit dan risol. Spekoek dibuat dengan bahan dasar tepung gandum dan telur. Dipangang dengan oven dengan cara berlapis lapis. Karena rasanta yang legit manis, saat ini kita mengenal dengan nama lapis legit.
Kalau risole udah tau kannya. Makanan yang satu ini juga warisan Belanda ternyata. Berisi sayuran dengan taburan tepung roti di luarnya. Jadi ada rasa gurihnya diluar yg kering dan basah karena isinya di dalam.

Seru kan malam minggu saya kemarin. Even ini bakal digelar lagi loh. Untuk bulan depan bakal digelar di kawasan pecinan di Ketandan Yogyakarta. So wanna join?

2 komentar:

  1. Mas, terima kasih sudah diijinkan posting ulang artikel ini di halaman web travelmatekamu.com. Ini linknya http://travelmatekamu.com/2014/09/23/dani-m-pratama-menelusuri-kode-di-pinggir-sungai-code/

    Salam traveler sejati!

    BalasHapus

silakan coment disini!! Isikan nama anda dengan klik colom pada "beri komentar sebagai" Isikan pula URL/alamat blog anda