Selasa, April 07, 2015

Changi Airport

Changi Airport! Salah satu bandara megah yang pernah saya kunjungi. Dengan fasilitas yang seabrek dan lengkap kap kap sangat nyaman sekali khusunya untuk orang-orang yang singgah dari penerbangan dengan waktu tempuh yang lama. Dan tidaklah mengherankan Changi airport mendapatkan seabrek penghargaan.

Taman kece di Changi Airport
Fasilitas di Changi sangat beragam, dari fasilitas taman dan kolam kolam yang indah sampai cafe dan butik merk-merk ternama dapat kita jumpai di sini. Tapi yang menarik hati saya ketika berkunjung di sini adalah tamannya. Meskipun berada di dalam ruangan, taman di Changi sangat terawat. Dengan berbagai macam bunga yang bermekaran dan gemercik air dari kolam. Dan rasanya gak afdhol kalau gak berjalan keliling menikmati setiap sudut taman di Changi.

Namun sayang, karena itinerary kita bakal padet banget di Singapore kita tidak sempat mengelilingi changi seluruhnya. Sesampainya di Changi kita langsung mencari makan siang. Tujuan makan siang sesuai dengan itin kita adalah menuju ke staff canteen. Namun sebelum menuju ke staff canteen kita mengisi terlebih dahulu botol air minum kita di water tap. Air keran yang siap minum ini banyak tersedia di dekat toilet-toilet di Changi.
Air Minum tersedia dimana mana

Letak staff canteen ini ada di lantai dasar dekat counter service untuk check in di Terminal 3 Changi Airport. Setelah tanya sini haha hehe akhirnya ketemulah nih staff canteen yang lokasinya nyempil dipojokan. Harga di staff canteen memang relatif lebih murah dengan kisaran harga 3-4 dollar singapore. Dan untuk minumanya minimal seharga 1 dollar singapore. Berbagai macam makanan terdapat di sini dan tentunya juga banyak yang halal. Nasi padang pun juga ada di sini. Pilihan saya jatuh pada Nasi Lemak dan semacam ayam goreng berbumbu plus lalapan timun dengan harga 3 dollar

 
Staff Canteen @ Changi Airport
Setelah perut kenyang, kita pun segera menuju ke Changi MRT untuk membeli tiket MRT untuk menemani perjalanan dua hari di Singapore.

Jumat, Februari 13, 2015

Singapore Malaysia

Sayang cuma dikenang!
Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya di dua negara tetangga. Sepertinya sudah lazim yah, tujuan pertama dari para traveler di Indonesia ke luar negeri adalah ke Singapura atau Malaysia. Sebenarnya saya ke Singapura dan Malaysia itu sudah hampir setahun yang lalu. Tetapi rasanya saya pengin cerita pengalaman saya ini sekarang.



Mencari tiket promo itu susah susah gampang!
Teman-teman saya biasa dapat tiket promo ke Singapura atau ke Malaysia biasanya via Jakarta atau Surabaya. Tapi saya dan teman-teman pengennya terbang dari Jogja. Ternyata susahnya..hmmm apalagi kita mencari sejumlah enam tiket. Setiap selesai mengisi identitas tiba-tiba gagal lagi dan gagal lagi. Pada akhirnya kita mendapatkan tiket promo berangkat dengan harga sekitar tiga ratus ribu dari Jogja menuju Singapura. Nah sialnya, tiket pulangnya mahal-mahal semua. Dengan santainya kita pending dulu untuk mencari tiket pulang
Setelah satu bulan terlupakan, kita teringat kembali bahwa kita belum punya tiket pulang. Kita kelabakan!. Harga tiket pulang malah tambah naik. Ya iyalah!. Kita coba mencari tiket pulang via Singapura-Jogja ternyata selalu gagal. Akhirnya kita putuskan kita bakal pulang dari Malaysia. Cari promo lagi dan lagi pada akhirnya kita mendapatkan tiket seharga limaratusan ribu dari sebuah travel agent. Memutuskan pulang via Malaysia ke Jogka ternyata bikin kita harus berfikir lagi. Trus gmana dengan perjalanan dari Singapura ke Malaysianya???.

Kereta Api Senandung Sutera!
Yoi, itu nama kereta yang dapat digunakan untuk menuju Malaysia dari Singapura via darat. Ternyata, buat naik kereta ini pun kita juga harus pesen jauh-jauh hari kalau tidak mau kehabisan tiket. Nah ternyata juga pesen tiket kereta ini juga susahnya minta ampun. Kita sampai harus online seharian dan berulang kali melakukan pemesanan kereta tetapi tidak kunjung berhasil. Sialnya lagi ternyata meskipun transaksi pemesanan kita selalu gagal tapi kita tetap harus membayar pajak transaksi. Yang ternyata tiba-tiba masuk daftar tagihan rekening. Untung tidak terlalu mahal. Dan pada akhirnya kita menyerah. Bayangan tidur nyenyak dengan tempat tidur di Senandung Sutera hilang!!. Kita memutuskan untuk naik bus. Dan tiket bakal kita cari pas sudah di Singapura.

Empire Hostel
Kita searching dan mendapatkan harga penginapan termurah berada di Opal Street. Kita memesan untuk satu malam saja dengan harga hanya sekitar seratus ribu rupiah. Nama penginapanya adalah  Empire Hostel. Gimana bentukan penginapanya? tunggu di cerita berikutnya.

Persiapan Nggembel di Singapura dan Malaysia sudah ready! tunggu cerita berikutnya...

Selasa, Februari 10, 2015

Bittersweet : Cake in Jar

Hampir sebulan saya tidak bertemu dengan sahabat-sahabat saya (haha lebay!). Dari sebelum tahun baru hingga kemaren jumat kita tidak bertemu. Sampai-sampai rencana liburan di tahun baru kemarin pun kita lupakan. Mungkin juga karena efek kejadian yang beberapa saat menimpa saya. Tapi sekarang saya tidak akan cerita tentang itu. Kali ini saya akan mengulas dengan nikmat desert-desert cantik ala Bittersweet. 

Kemarin jumat dengan tergesa, seusai solat magrib saya menuju ke daerah Jalan Moses. Mereka mungkin sudah mengobrol ria ngalor-ngidul sejak sore di Tio Ciu. Tempat makan sea food rekomendasi Tante Tyas. Tapi berhubung saya sampai Jogja baru habis magrib ya jadilah saya baru nyusul seusai solat.

Karena mereka sudah selesai makan dan saya baru saja sampai. Maka kita putuskan untuk melengkapinya dengan desert. Setelah muter-muter pada akhirnya kita memutuskan "Bittersweet" sebagai tempat menikmati desert.

Bittersweet terletak di Demangan Baru. Tepatnya didepan Indomaret Demangan Baru. Kalau dari SMA deBrito kalian bisa lurus saja ke utara sampai nemu indomaret di kiri jalan. Nah si Bittersweet ini ada di depannya persis. Tempatnya kecil tapi nyamanlah buat ngobrol santai sembari menikmati makanan kecilnya.

Bittersweet menyediakan menu seperti Mocktail, Frappe, Cake in Jar dan Macaroni. Yang bikin unik di Bittersweet adalah "Jar". Yups, jadi semua menu di sini disajikan di dalam jar. Beberapa menu yang kita pesan adalah:
Shortcake Stroberry
Ini pesenan saya. Berisi cake vanila yang dipotong potong, cream vanila, choco chrunc, stroberry seger, dan syrup stroberry yang melted ditambah toping wafer. Untuk satu jar Shortcake stroberry ini seharga 19K bonus air putih dengan gelas mini. Untuk rasanya say suka. Jadi rasa cream yang eneg akan hilang karena syrup stroberry yang manis asem seger.

 
Gultless Banana
Ini pesenan temen saya, Gultless Banana. Berisi cream pisang, cake vanila, choco chrunc, pisang dan syrup vanila yang melted ditambah aroma pisang yang yummy. Diatas cream yang menggunung taburan choco chips dan wafer menambah nikmatya cake in jar ini.


Choco Devil
Nah yang ini choco Devil. Di dalamnya berisi cake coklat, choco chrunc, cream coklat, es cream coklat serta taburan choco Chips dan ada potongan coklat top. Nah si Choco Devil ini harganya yang paling mahal dibandingkan lima menu lainnya, yaitu 25K.

Green Tea Frappe
Nah yang terakhir ini juga pesenan temen saya, Green Tea Frappe. Rasa frappenya standar si, untuk harga 18K.

Itu tadi beberapa pesanan kita. Yang penasaran untuk dicoba dari Bittersweet ini adalah mocktailnya karena kita belum memesan menu yang kayak seger ini. Next Time ya!!!

Senin, November 17, 2014

Tebing Kraton

Sambungan ceritanya lamoooo.. Hahaha... iya! oke, Saya teruskan ya.. Jadi setelah kita menikmati sarapan, tujuan selanjutnya adalah mandi. Iya... mandi!
Kita harus kece dong jalan jalan di bandung. Dan akhirnya kita pun menemukan masjid yang besar dan pasti kamar mandinya nyaman buat mandi. Sebelum naik ke dago di kiri jalan kita mampir d masjid ijo yang besar itu.
Hampir setengah jam lebih kita mandi dan istirahat sejenak. Sekitar pukul 09.30  kita pun berangkat naek ke dago untuk mencari tujuan utama kita Tebing Kraton. Dengan motor metic kita wuss wuss menyusuri dago dan naek teruss sampai di tebing yang ramai dibicarakan oleh kalayak.
Rute kesana gimana?
banyak petunjukk kok bro n sis d jalan, pake bantuan mbak GPS juga bisaa.. duwenggg !
Trus bagaimana bentukan tebing kraton itu?
setelah melewati jalanan yang curam dengan kondisi yang masih ada yg rusak akhirnya sampailah kita di tempat parkiran. Sampai disitu kita agak terbengong bengong karena bentukan yang tidak sama dengan apa yang sudah
kita searching. Ternyata, untuk sampai tebing kraton kita harus jalan dulu agak naik ke atas. Setelah berjalan sebentar sampailah kita di tebing kraton yang dimaksud. Memang si bagus kalo kita dapet posisi foto yang oke... tapi kalo kita bandingin sama gunung api purba di gunung kidul...saya kira viewnya masih bagus di gunung api purba.  Bentukan Tebing Kraton tuh kayak gini:

Tebing Kraton

Minggu, Oktober 05, 2014

One Day Trip Bandung: Nasi Timbel @ Sunday Morning Gasibu

Pagi-pagi belum mandi, kita sudah muter-muter Gasibu. Kalau di Jogja kayak Sunmor nya UGM, di Gasibu juga berjubel banyak sekali penjual berbagai macam barang. Bisa nemuin celana dalam murah, kaus kaki sepuluh ribu tiga, minyak wangi, tongsis, sampai berbagai macam makanan dari makanan kecil sampai makanan sarapan. 
Dari segi harga gak terlalu berbeda dengan harga di Sunmornya UGM. Kaos kaki juga masih sepuluh ribu tiga disini. Celana kolor juga ada yang sepuluh ribu. Kita tidak tertarik untuk berbelanja sesuatu di sini. Cuma si Mamak sama Bundo yang beli kaos kaki sepuluh ribu tiga. 
Sunday Morning Gasibu
Kalau makanannya kita nyobain Cilok Modif. Hahaha... baru tau kalau ada cilok yang di modifikasi di bandung ini. Jadi ciloknya ditusuk, dicelup telor habis itu digoreng terakhir dicrootin saus. Rasanya sama kayak cilok tapi lebih gurih karena sebelum digoreng dicemplungin dulu di telor. Untuk harganya satu tusuk isi beberapa cilok seharga seribu rupiah.
Muter-muter Gasibu laper juga. Dan kita pun memilih salah satu menu yaitu "Nasi Timbel". 

Lesehan Nasi Timbel @Gasibu
Jadi menurut wiki :
Nasi Timbel Atau dalam Bahasa Sunda adalah Sangu Timeul adalah masakan Indonesia Khas Sunda, Jawa Barat, Nasi Timbel sama dengan Nasi pada umumnya, akan tetapi nasi timbel dibungkus dengan daun pisang, dan juga Nasi yang digunakan pun nasi yang Pulen dalam Bahasa Sunda, Biasanya Beras yang dipakai buat Nasi Timbel adalah jenis Beras Bagolo atau Beras Merah Campuran. (http://wikipedia.com)
Dari bayangan definisinya, nasi timbel itu di bungkus daun pisang. Nah, kalau yang kita beli ini nasinya gak dibungkus daun pisang si, cuman tempat makannya memang pake daun pisang. Di warung lesehan ini, kita bisa memilih nasi merah ataupun nasi putih. Untuk teman si nasi, kita bisa memilih berbagai macam lauk dan sayur. Ada Jengkol di pedes, ada ikan teri, kering tempe, ayam bakar, ikan bakar, mie goreng dan berbagai macam pepes. 
Makan nasi timbel @Gasibu
Saya memilih menu nasi bakar, kentang balado dan pepes ayam. Buat rasanya saya bisa bilang standar. Karena menurut saya, lauk yang sudah beraneka ragam ini tidak di barengi dengan nasi yang panas. Nasinya udah terasa dingin. Ekspektasi saya terhadap pepes ayam juga tidak tergapaikan. Rasa pepes ayamnya juga standar. Kalau saya menilai semuanya, saya bilang ini masakan standar aja. Gak tau kalau menurut temen-temen lainnya. hmmmm.. mungkin saya dan teman-teman sedang membeli di tempat yang salah.
Oh ya.. soal harga, menurut saya juga mahal. hahahahhaha... yang biasa beli makan di lesehan pinggiran jogja trus makan di sini mungkin bilang ini mahal. Tapi mungkin bagi orang bandung ini gak mahal kali yah?. Saya tidak menghitung harga per satu porsinya sih. Cuman kalau ditotal untuk makan lima orang tanpa minum kita menghabiskan hampir seratus lima belasan ribu-an itu saya kategorikan mahal. Apalagi kita cuma pilih menu sederhana. Beberapa teman saya cuma memesan perkedel, ada yang cuma tempe saja. Tapi mungkin karena momen dan tempatnya atau memang harganya standar segitu kah??
Kenyang.... kita pun melanjutkan perjalanan sesuai dengan rencana. Sebelumnya kita bermaksud untuk berfoto di monumen perjuangan, tetapi karena gerbang ditutup kita mengurungkan niat dan segera bergegas menuju tujuan berikutnya.
Jadi kita bakal kemana nih?? simak cerita serunya OneDayTrip Bandung kita selanjutnya
...

Kamis, Oktober 02, 2014

One Day Trip Bandung : Part 1

Traveling! wahana refreshing dan belajar banyak hal. Seperti biasa, kalau pikiran sudah stuck. Traveling menjadi salah satu obat mujarab mengembalikan semangat. Kali ini saya akan cerita tentang One Day Trip saya bersama temen-temen saya. Kami menyebut grup teman sepergilaan ini sebagai #deRanger. Di beberapa postingan terdahulu mungkin saya sudah pernah bercerita tentang trip trip saya bersama teman-teman saya ini (someday saya pengen cerita tentang mereka one by one :)). Saya dan teman-teman saya ini, paling sering jalan dengan model One Day Trip. Kenapa? yah karena kami semua sudah bekerja dan menyatukan waktu adalah hal yang sulit bagi kami. Hari minggu adalah satu satunya hari yang sangat mungkin untuk kami bersama-sama jalan-jalan.

Tujuan Trip kali ini adalah "Bandung"
Yups..sudah sering mungkin yah.. tapi beda moment beda cerita dong. Jadwal kereta Jogja-Bandung sangat pas buat one day trip kita kali ini. Seperti biasa, kita paling suka ngetrip naik kereta dan keretanya harus kereta ekonomi. Hanya dengan 100rb rupiah saja kita sudah bisa jalan hore-hore di kota tujuan kita. Kereta yang kita gunakan kali ini adalah Kereta Kahuripan tujuan Kiara Condong. Jadwal keberangkatan dari Jogja (Lempuyangan) adalah pukul 18.45 wib dan sampai di Kiara Condong Bandung pukul 04.00 pagi. Pas banget kan tuh waktunya!

Tante - Saya - Mamak - Bundo- Paimin @OneDayTripBandung
(foto dari Tante)
Lempuyangan, pukul 18.00. Saya belum ada disitu saat itu sedangkan teman-teman (Tante, Paimen, Bundo, Mamak) sudah menunggu disana. Posisi saya masih di jalan Solo-Jogja. Awalnya saya berencana berangkat dari Purwosari, Solo. Kebetulan sabtu kemarin saya sedang ada acara di Solo. Namun karena saya butuh mandi butuh prepare dan lain sebagainya saya memutuskan untuk pulang dulu ke jogja baru berangkat ke Lempuyangan. Gas motor sudah polll tapi serasa gak sampai-sampai. Saya gak mau dong sampai ketinggalan kereta seperti temen saya beberapa waktu lalu (saya juga harus cerita ini juga nih!, next post deh!)

18.10 saya sudah dirumah. Saya segera mandi dan memasukkan barang-barang saya ke tas yang sudah saya persiapkan kemarin malam. 18.20 saya sudah ready, tetapi sayangnya rumah kosong. Tak ada seorang pun yang bisa mengantarku ke stasiun. Dan whatsapp ku pun bergetar. "berangkat 18.30" terkirim dari bundo di grup #deRanger. Tambah panik kan yah... untung ada husna adik sepupu saya. Ngebut dah saya ke stasiun di antar Husna

Baru sampai stasiun, satu box ayam goreng olive jatah makan malem sudah saya lahap. Masih takut kurang, saya beli satu box ayam goreng lagi di stasiun yang harganya dua kali lipat dari harga di luar stasiun. Oke gapapa! yang penting kenyang.

Ternyata kereta datang terlambat. Sudah hampir jam tujuh malem dan kereta pasundan belum juga dateng. Hampir jam setengah delapan dan akhirnya kereta datang. Heboh foto foto dulu dan kita pun naik ke kereta.

Selalu menggila di kereta Ekonomiiiii
(foto juga dari tante)
Cerita di kereta memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada topik seru disini. Nah, ini lah salah satu moment one day trip yang tidak pernah terlewatkan dan selalu menyenangkan. Bullying dan curhat seru berhadap hadapan di kursi kereta tak akan ada habisnya. Mungkin di post berikutnya cerita di gerbong kereta bisa saya post satu persatu. Yups karena satu malam perjalanan bisa sampai beberapa topik cerita seru bagi kami. Dan kalau saya post bisa jadi satu buku...bwakakakkaka. Oke Next lah cerita tentang kaus kaki cinta akan saya buat..>>> lirik Mak lala...hehehe

Sekitar pukul empat pagi, saya dan teman teman sudah di Kiara Condong. Kita menunggu adzan subuh dan merencanakan trip sehari kita di Bandung.

Jalan-Jalan pun dimulai!
Kita akan mengawali dengan mengambil motor yang sudah kita sewa sebelumnya di daerah dekat terminal Luewi Panjang. Keluar dari Kiara Condong kita langsung menuju ke depan stasiun untuk menuju terminal Luewi Panjang dengan angkot merah nomor lima. Harga sekali jalan sampai ke Luewi Panjang adalah lima ribu rupiah. Perjalanan sampai ke Luewi Panjang sekitar 30 menit. Setelah mencari lokasi sewa motor yang nyempil di salah satu perumahan akhirnya kita berhasil menyewa 2 buah motor honda beat dan 1 buah scopy.

Sarapan!
Yups sekitaran pukul setengah tujuh. Dan kita berkeliaran di Bandung pusat kulineran yang hmmm..hampir tiap jalan ada aja makanan yang pingin di beli. Melewati jembatan suropati sampailah kita di sekitaran kampus pajajaran. Kita pun lanjut menuju ke monumen perjuangan jawa barat. Disinilah kita memarkir kendaraan dan menikmati Sunday Morning Gasibu.

Sunday Morning Gasibu

Pas banget nih!. Hari Minggu! Gasibu penuh sesak dengan para penjual dari pakaian, mainan, sampai makanan. Banyak banget yang pengen di cicip... Apa aja yah yang kita cicipin.. Tunggu kisah sayaa dan #deRanger di postingan saya berikutnya

Jumat, September 26, 2014

Soto Ledokan Kartasura

Warung Soto Ledokan bisa kita temukan di Kartasura. Kalo temen temen jalan dari Jalan Jogja-Solo menuju ke Solo tentunya temen temen bakal melewati Kartasura. Lokasi Soto Ledokan tidak jauh dari monumen Kartasura yang ada patung petani tentara dan ibu ibu bawa setenggok pisang. Dari monumen kalau dari arah Jogja silakan belok kanan atau menuju ke arah Solo-Surabaya. Nah kurang lebih 50 meter dari tugu alias monumen itu bakal kita temukan lokasi Soto Ledokan di kiri jalan.

Kenapa yah disebut soto Ledokan?
jadi, kalau kita masuk ke warung ini, kita harus melewati tangga ke bawah. Warung soto Ledokan memang berada di bawah atau lebih rendah dibanding jalan di depannya. Kalau orang jawa bilang "ledok" atau daerah cekung atau lebih rendah. Nah, mungkin karena itu kali yahhh.....

Warung Soto Ledokan
Menu di Soto Ledokan apa aja?
Namanya juga warung soto, ya yang dijual adalah soto. Warung ini menyediakan dua macam soto. Soto Ayam dan soto daging sapi. Disini yang juga seger adalah es gulasnya plus nyamikan berupa kacang tanah goreng bungkus.

Soto ayamnya penampakannya kayak gini:

Soto Daging Ayam,
Rasanya seger, kuahnya bening jadi terasa seger. Apalagi bila ditambahkan jeruk nipis peres. Rasanya tambah seger. Buat makan soto ini bisa ditemani gorengan tempe yang menambah kenikmatan kesegaran Soto Ledokan.

Kalau soto daging sapinya kayak gini:

Soto Daging Sapii
Taste nya sih saya belum tahu. ya karena saya gak ngrasain. Saya tidak menyukai daging sapi, jadi soto ini adalah pesenan temen saya. Katanya sih rasanya seger tapi dia agak tidak suka karena ada sedikit rasa manis. Kalau ini mah masalah selera. Memang ada beberapa orang yang tidak suka menambahkan gula sedikitpun dalam masakannya. Nah, di Soto Ledokan ini ada rasa manis sedikit di dalam sotonya. Ini pendapat teman saya loh. Kalau saya seneng seneng aja.

Nah ini nih, yang tadi saya bilang juga seger. Es Gula Asem. Rasanya asem manis dan seger. Cocok diminum di siang hari yang terik. Disini juga ada kacang bungkusan kayak gini nih.

Kacang bungkus goreng dan Es Gula Asem
Cara bungkusnya lucu kan? Ini namanya "dicontong" kata temen saya. Rasanya ya kayak kacang goreng biasa ditaburi garam halus.

Kacang contong goreng
Nah, itu tadi menu yang saya pesan bersama teman saya. Pada penasaran harganya??
Harganya saya lupa.... yang jelas lumayan mahal bila dibanding dengan harga soto pada umumnya. Untuk satu porsi soto daging ayam, soto daging sapi, es gula asem, es teh, gorengan 3 habis sekitar hampir 50 ribu. Tapi oke lah buat rasanya... jadi yang baru lewat Kartasura bisa mampir nih di Soto Ledokan >>> waduh kok jadi iklan gini nih, kapan saya di endrose yahh?? hahhahaa